Apa itu Tasawwuf ?

Banyak orang yang bertanya tentang apa itu tasawwuf, dari pemahaman penulis merujuk kepada keterangan yang ada dalam kitab Tanwirul Qulub karangan Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi hal 404, tasawwuf diterjemahkan sebagai ilmu batin dan ilmu yang paling agung dari ilmu-ilmu yang lain dengan tidak mengecilkan ilm-ilmu yang ada. Allah telah mengutamakan para hambanya yang ahli tasawwuf setelah kedudukan para Rosul dan para Nabi-Nya. Allah telah menjadikan hati mereka sebagai gudang–gudang rahasia dan telah mengkhususkan mereka diantara umatnya untuk menerbitkan cahaya-cahaya Ilahiyah. Dimanapun mereka berada hatinya selalu bersama Allah.

Masih dalam kitab yang sama (1332 H:406), batasan ilmu tasawwuf dalam kitab tersebut ialah untuk mengetaui keadaan nafsu terpuji dan tercela dan bagaimana cara membersihkan nafsu yang tercela tersebut, serta mengisinya dengan sifat-sfat yang terpuji dan juga untuk mengetahui bagaimana jalan menuju Allah.

Oleh karena itu, tak salah kiranya jika ilmu tasawwuf diartikan sebagai ilmu untuk mensucikan segala penyakit-penyakit hati dan ilmu untuk menjadikan ibadah kita khusyuyakni ketika beribadah hatinya selalu ingat kepada Allah.

Al kisah seorang ulama besar Imam Madzhab yaitu Imam Ahmad bin Hambali r.a pernah berwasiyat kepada anaknya yang bernama Abdullah: “Hai Abdullah wajib bagimu untuk menghapalkan hadits dan wajib bagimu untuk menjauhkan diri dari majlis dzikir yang mengakui dirinya golongan tasawwuf, karena sesungguhnya mereka adalah golongan orang yang bodoh terhadap hukum-hukum islam.“ Namun setelah Imam Ahmad bin Hambali r.a bersahabat dengan seorang ahli tasawwuf Abu Hamzah Al-Baghdadi dia jadi mengetahui tentang golongan tasawwuf . Dan akhirnya Imam Ahmad berwasiyat lagi kepada anaknya, “Hai anakku wajib bagimu bergabung dengan majlis dzikirnya orang-orang tasawwuf karena mereka itu berilmu tentang Allah , muroqobah khusyu rasa takut pada Allah, zuhud, dan bercita-cita tinggi.pada Allah (1332H:405).

Dan begitu pula Imam Madzhab yang lain yaitu Imam Syafi’i selalu hadir di majlis tasawwuf. Beliau mengatakan perlu bagi ahli fiqih untuk mengetahui istilah-istilah tasawwuf agar membawa manfaat dari ilmu yang tidak ada dalam dirinya. Imam syafi’i dan Imam Ahmad bin Hambali bolak-balik menghadiri dan mengikuti majlis dzikir tasawwuf. Mereka berdua ditanya: “Apa yang kalian berdua lakukan, bolak balik kegolongan orang-orang yang bodoh itu?”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya mereka yang menamai golongan tasawwuf itu telah memiliki puncak segala urusan dan dia itu bertaqwa pada Allah, mencintai Allah dan mengenal Allah.

Kita tahu Allah telah mewajibkan ibadah sholat kepada umat Islam namun ibadah itu tidak akan diterima tanpa diiringi dengan kekhusyuan hati .Dan kekhusyuan itu hanya bisa didapat dengan ilmu tasawwuf, dan tasawwuf itu sendiri tidak bisa dipelajari sendiri, tetapi harus melalui seorang bimbingan Guru Ruhani yang dinamakanMursyid. Jadi mencari Mursyid untuk belajar tasawwuf itu hukumnya menjadi wajib.Sebagaimana dalam kaidah ushul fiqih :“Maa laa yatimmul waajib illaa bihi fa huwa waajibun”. Artinya: “Tidak sempurna kewajiban kecuali dengan suatu perkara dan perkara itu hukumnya menjadi wajib “.

BAGAIMANA HUKUM MEMPELAJARITASAWWUF

Ibadah akan sia-sia jika tidak diiringi dengan hati yang penuh dengan cahaya-Nya. Cahaya Allah tidak akan bisa ditangkap dengan hati yang kotor yang penuh dengan kedengkian, kesombongan, dendam dan lain–lain. Hal ini tidak ada cara lain kecuali harus mempelajari tasawwuf yang dibimbing langsung oleh Guru Ruhani yang disebutMursyid.

Dan seluruh ahli thoriqot pun sepakat mewajibkan kepada seluruh manusia harus mencari guru yang memberi petunjuk kepadanya untuk menghilangkan macam –macam sifat yang bisa menjadi penghalang kepadanya dari ma’rifat ke hadrot Allah oleh hatinya. Hal itu dilakukan agar hati menjadi sah dan khusyu, sebab menghadirkan Allah dalam seluruh ibadah. Sedangkan dalam kenyataannya, hati tak akan bisa khusyukepada Allah tanpa adanya bimbingan. Jadi mencari Mursyid itu hukumnya menjadi wajib. Sebagaimana dalam kaidah ushul fiqih“Maa laa yatimmul waajib illaa bihi fa huwa waajibun.” Artinya: “Tidak sempurna kewajiban kecuali dengan suatu perkara dan perkara itu hukumnya menjadi wajib.”

Dalam hal ini Imam Al-Ghozali pun telah berpendapat bahwa hukum mempelajari tasawwuf atau thoriqot adalah fardlu ‘ain(wajib untuk setiap orang) bagi laki-laki maupun perermpuan, karena manusia tidak lepas dari kecacatan atau penyakit–penyakit hati, kecuali para Nabi Allah. Sebagaimana yang dikatakan Syekh Abdul Qodir Al-Jailani qs: “Maka wajib bagi semua manusia untuk mencari kehidupan hati seperti untuk kehidupan keakhiratan dari ahli talqin dzikirdi dunia ini sebelum datangnya maut.“

Syekh Abi Hasan Asy-Syadzili qs mengatakan: “Barangsiapa yang tidak ikut masuk thoriqotku yaitu thoriqot shufiyyah(thoriqot-nya orang-orang ahli tasawwuf) maka ketika mati, orang itu membawa dosa besar karena hukumnya fardlu‘ain. Oleh karena itu, maka wajib untuk pergi mencari seorang guru Mursyid untuk minta talqin dzikir, dan jika sudah menemukan Mursyidyang telah masyhur dalam mengobati muridnya, namun walaupun orang yang mau belajar itu dilarang oleh orang tuanya maka ia wajib untuk berguru.“

Sebagian orang–orang yang telah ma’rifat mengatakan: “Barangsiapa orang yang tidak memiliki bagian ilmu batin ini yaituthoriqot tasawwuf maka aku takut orang itu jika meninggal dalam keadaan su’ul khotimahyaitu akhir yang jelek karena hati yang kotor.“

Dalam kitab Risalatul Qudsiyyah, Syekh Wahab Sya’roni telah berkata: “Mencari guru thoriqot itu wajib bagi tiap -tiap murid walaupun telah menjadi Ulama besar, karena sesungguhnya tiap–tiap orang yang tidak mendapat dzikir dari guru Mursyid yang memberi petunjuk kepadanya untuk mengeluarkan sifat–sifat yang cacat di hatinya. Maka orang itu telah ma’siyat kepada Allah dan Rosulnya, hal itu dikarenakan tidak mendapat petunjuk jalan untuk mengobati penyakit hatinya walaupun dengan memaksa tetap tidak akan membawa manfaat kalau tanpa Mursyid, walaupun orang tersebut telah hafal seribu kitab.”

source : http://daikembar.wordpress.com/tasawwuf/

5 responses to this post.

  1. Posted by FAN on 16 Mei 2011 at 05:31

    syg referensi anda krg lngkap, coba baca buku2 ttg kesesatan2 tasawuf, ada tlsan dr sy.muhammad bin jamil zainu pngajar DARUL HADITS ALKHAIRIYAH di mekah. Imam Ahmad dan Imam Syafi’i sndiri mncela org2 sufi (tasawuf). Coba cari majalah Asy Syariah judul cover: Madzhab Syafii Bukan Sufi.

    Balas

    • maaf saudara FAN, mungkin anda terlalu banyak baca buku *(anti tasawwuf)* dan tidak memiliki guru pembimbing yang jelas silsilahnya. sehingga anda kurang mengerti tentang Tasawwuf. Tasawwuf / thoriqot adalah jalan yang harus di tempuh oleh semtiap muslim untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya, dengan Mahabbah, serta melakukan ibadah kepada Allah SWT seakan-akan melihat kepad-Nya. coba anda baca HR Bukhari dan Muslim tentang Tiga dasar ajaran Pokok: “Islam, Iman dan Ihsan”.
      1. Untuk mengetahui Islam pelajarilah ilmu Fiqih.
      2. Untuk mengetahui Iman pelajarilah ilmu ushuluddin
      3. Untuk mengetahui Ihsan pelajarilah ilmu Tasawwuf/Thoriqot.

      Nah jadi sekarang coba anda tanya pada diri sendiri, mana yang sudah anda Pelajari ?. Kalau anda baru pelajari ilmu Fiqih (syariat) itu artinya anda baru mengenal kulitnya islam, jika sudah mempelajari Fiqih dan ushuluddin itu artinya anda sudah mulai mengenal kulit dan buahnya. lalu apakah cukup dengan mengenal ?. saya rasa tidak cukupkan…nah untuk dapat mersakan nikmatnya islam maka di butuhkan ilmu Tasawwuf / thoriqot. saya sarankan anda untuk belajar dari Kyai/ulama yang asalnya sudah jelas (dari Pondok Pesantren, bukan dari akademis).

      Balas

  2. Posted by anonim on 17 Mei 2011 at 03:29

  3. Posted by anonim on 17 Mei 2011 at 03:32

    ente jangan nyebarin racun.
    belajarlah islam yang benar!

    Balas

    • Terimakasih atas link videonya, sedikit saya jelaskan Tentang Tasawwuf, supaya anda tidak keliru menilainya. Tasawwuf itu berasal dari kata shafa (bersih), karena kriterianya adalah kebersihan (kesucian) hati,dengan mengikhlaskan pengabdian hanya kepada Allah. untuk membersihkan hati ini maka ditempuh dengan melalui beberapa Jalan (Thoriqot), perlu anda ketahui juga bahwa Thoriqot itu ada yang benar dan ada yang salah. Thoriqot yang benar disebut Thoriqot Mu’tabaroh yaitu Thoriqot yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits dan sanadnya atau silsilahnya sampai kepada Rasullulah.
      sedangkan Thoriqot yang salah disebut Thoriqot Ghoyr Mu’tabaroh yaitu Thoriqot yang tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits dan sanadnya atau silsilahnya tidak sampai kepada Rasullulah.

      sebelum anda terlalu jauh men-cap “sesat / Racun / kafir / syirik / dll”, sebaiknya anda simak baik-baik firman Allah berikut ini (artinya): ” Ajaklah semua orang mengikuti jalan Tuhanmu dengan penuh kebijaksanaan dan pengajaran yang baik dan bertukar pikiranlah bersama mereka dengan cara yang lebih baik lagi. Sesungguhnya Tuhanmulah yang lebih mengetahui siapa-siapa yang sesat dan siapa pula yang menuruti jalan yang benar.” (QS.An-Nahl:125).

      Jika saya keliru/salah/menyakiti perasaan anda mohon di maafkan, Karena saya hanyalah manusia biasa yang sedang dalam tahap belajar.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: